Pasca Banjir di Barru, Gubernur Sulsel Didampingi Kapolres dan Bupati Barru Tinjau Lokasi Korban

hasyimhanis, 13 Jan 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

BARRU- Kapolres Barru Akbp Welly Abdillah SH.S.IK, mendampingi Gubernur Prov.Sulsel, Prof. DR. Ir. Nurdin Abdullah, M.Agr, meninjau pasca Banjir di Kab.Barru, (13/1/2020).

Kunjungan kerja Gubernur Provinsi Sulsel Prof. DR. Ir. Nurdin Abdullah, M.Agr bersama rombongan di Kabupaten Barru dalam rangka meninjau Pasca Bencana angin Kencang dan Banjir di Kabupaten Barru.

Pada pukul 09:25 Wita tiba di Posko Bencana dia aula Kantor Camat Soppeng Riaja Kel. Mangkoso Kec. Soppeng Riaja Kab. Barru didampingi oleh Kepala BPBD Provinsi Sulsel, Kadis PU Bina Marga Prov. Sulsel, Plt. Kadis infokom Prov. Sulsel dan beberapa pejabat Pemprov lainnya.

Kunjungan tersebut dihadiri Para pimpinan OPD Provinsi Sulawesi Selatan, Bupati Barru Suardi Saleh, M.Si, wakil Bupati Barru Ir. Nasruddin, Pj.sekda Barru Dr. Ir. Abustan, Para Kepala OPD Kab. Barru, Kapolres Barru AKBP Welly Abdillah, SH.,S.IK, kasdim 1405/Mlts Mayor Inf Oberan tandirerung, Kasat Intelkam polres Barru Ngadi, S.Sos, Camat Soppeng Riaja Charly, Danramil Soppeng Riaja Kapten Inf Aris Surya Nur, Kapolsek Soppeng Riaja AKP Baso Harifuddin, BPBD, BPD, Basarnas, Tagana dan relawan, Para Kepala Desa / Lurah Se Kec. Soppeng Riaja.

Sambutan Bupati Barru Ir.H.Suardi Saleh menyampaikan ucapan terima kasih kehadiran gubernur Sulsel di Barru.

"Terima kasih atas kehadiran bapak gubernur beserta rombongan dalam rangka meninjau Pasca Bencana di Kab. Barru",ucapnya.

Lanjut Suardi Saleh menyampaikan "Beberapa hari telah terjadi musibah bemcana di Kab. Barru yaitu tanggal 5 Januari 2020 angin kencang yang mengakibatkan 102 rumah warga yang rusak dan tanggal 12 Januari 2020 banjir yang menggenangi 3 kecamatan yang besar yaitu Kec. Mallusetasi, Kec. Balusu dan Kec. Soppeng Riaja",sampainya.

Kemudian Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam sambutanya menyampaikan bela sungkawa atas korban banjir.

"Pemprov Sulsel menyampaikan bela sungkawa dan duka yang dalam atas meninggalnya anak kita Rafli di Balusu dan kita prihatin atas bencana angin kencang dan banjir di kab. Barru",sambutnya.

Nurdin Abdullah juga menyampaikan bahwa Fenomena alam perlu kita harus tau.

"Fenomena alam perlu kita harus tau pelajari dan perubahan-perubahan alam yang terjadi kita harus pahami sehingga tidak terjadi hal seperti ini",lanjutnya.

Gubernur juga mengingatkan alih fungsi lahan berpotensi merubah keadaan alam.

"Alih fungsi lahan dapat berpotensi merubah keadaan alam seperti juga yang terjadi saat ini, saya tekankan kepada  Camat lurah/Desa, agar daerah konservasi tidak boleh dibuka jadi lahan".

Lanjut, "Kepada Dandim dan Kapolres kawal baik-baik terkait hutan kita, jangan segan-segan  tindak orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan melakukan pengrusakan hutan/lingkungan karena Pengrusakan hutan jauh lebih bahaya oleh karena itu kami harapkan hutan agar dijaga baik-baik",tegasnya.

"kepada Pak Bupati Kejadian ini ambil langkah cepat untuk menyelesaikan, kita mempunyai dana tanggap darurat untuk digunakan kepada yang terkena bencana",

"Kami akan berkoordinasi dengan Panglima  untuk menerjunkan anggotanya dalam membantu masyarakat dalam perbaikan rumah dan fasilitas lainnya dan kerusakan Infrastruktur kita akan bantu semaksimalnya",tuturnya.

Setelah gubernur di Barru sekitar Pukul 10.20 Wita Gubernur Sulsel bersama rombongan menuju Parepare  Sidrap dan Soppeng.

Dalam kunjungan tersebut Gubernur Sulsel menyerahkan bantuan berupa Sembako kepada korban bencana angin kencang dan Banjir yang diterima oleh Bupati Barru.

(***/Hasyim)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu